Minggir

6 februari 2014

Pada postingan sebelumnya aku pernah bercerita bahwa diluar kegiatan perkuliahan di kampus, aku cukup aktif pada dua organisasi, yaitu (Forestry Study Club) dan Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan (KMIK). Hingga pada akhirnya datang pilihan padaku. Kini aku diamanahi sebagai salah satu kepala departemen di KMIK. Departemen apa? Ah,mungkin kau tak akan percaya.

Aku jadi ingat waktu pertama Dewan Formatur (DF) memintaku. Dengan seribu satu alasan aku berusaha menolak. Bukan aku menjadikan ini sebagai beban, aku hanya merasa tak pantas. Tapi seseorang meyakinkanku bahwa ada banyak orang yang lebih baik dariku, tapi hanya sedikit orang yang mau. Dan aku adalah salah satu dari yang sedikit itu. Seperti yang dikatakan Ust. Fadli bahwa tak ada sesuatu terjadi secara kebetulan, aku berada di Fakultas Kehutanan UGM dan apa yang kudapatkan sekarang bukan karena kebetulan, tapi karena memang aku pantas. Baiklah, cukup mengena!

Hem, setidaknya aku mendapatkan apa yang dulu aku inginkan. Sewaktu masih SD, selama 6 tahun aku meminta kedua orang tuaku untuk memberikan aku adik perempuan. Tak kudapatkan. Tapi sekarang aku malah diberi 5 adik perempuan sekaligus. Jawaban dari keinginan konyolku dulu, dan aku bahagia.

Oh iya, kelima adikku itu adalah Dik Riana, Dik Tanti, Dik Rini, Mbak Cik, dan Dik Nurul.

Baiklah, aku akan bercerita. . .

Kamis, 6 Februari 2014. Kami berencana bersilaturahmi di tempat Septanti Azizah. Sebelumnya aku sudah mengajak ke-19 staff akhwat, tapi kebanyakan jawaban mereka hampir sama, “Sedang pulang kampung”, yasudahlah. Kami berangkat dari gerbang utara pada pukul 09.17 WIB. Lebih 17 menit dari rencana awal, besok lagi harus ontime! Dik Tanti menjemput kami, waktu itu ada Aku, Dik Rini, Mbak Cik, dan Mbak Aniez. Dik Nurul masih di Lampung. Rencananya Dik Riana mau ikut, tapi tak dibolehkan oleh kedua orang tuanya karena Dik Riana masih di Bantul.

Kupikir rumahnya dekat karena masih di Sleman. Ternyata lebih jauh dari jarak Prambanan-Kehutanan. Luar biasa kau Dik Tanti! Aku tak bisa menceritakan arah perjalanan kami karena memang aku bukan tipe orang yang pandai mengingat jalan. Yang pasti kami melewati banyak belokan. Yang aku suka adalah ketika di kanan-kiri jalan aku bisa melihat persawahan. Pemandangan yang jarang kutemui.

***
Sampai pada tujuan, di daerah Minggir. Ada kakek Dik Tanti duduk didepan rumah. Selain itu tidak ada lagi kecuali Dik Tanti. Sehari-hari selalu begini katanya, maka Dik Tanti menyambut kami dengan senang. Kedua orang tuanya sibuk, jadi selalu kesepian. Beberapa waktu kemudian Dik Nisaa’ menyusul. Hem, aku harus melapor pada pengurus harian bendahara (Dik Nisaa’ ini salah satu staff bendahara).

Disana, selama berjam-jam kami hanya bercerita. Mulai dari masalah kampus, kajian, wisata, dan ah, dasar wanita. Dan betah ya ngobrol selama itu? Ada saja yang dibicarakan, asal tidak membicarakan orang lain saja. Obrolan kami terus berlanjut sampai dzuhur. Lantas, kami sholat berjamaah.

Setelah dzuhur, Dik Tanti menyuguhi kami Mi Ayam Goreng, makanan yang baru kutemui. Enak sekali. Kau harus coba! (Bukan bermaksud promosi).

Sambil makan, kami menonton film Thailand berjudul “Faboulous”, ceritanya tentang kisah percintaan sih, tapi cukup terkendali kok :P. Setelah film habis, kami beres-beres. Sebagian mencuci piring, menyapu, dan membersihkan sampah diatas meja. Berbarengan dengan itu, Mama Dik Tanti baru pulang dari mengajar, tapi kami langsung pamit pulang.

Tak ada sesuatu yang spesial memang. Hanya sekedar ngobrol dan nonton film bareng, tapi suasana ini sangat jarang kutemui. Seperti Dik Tanti, aku juga sering kesepian di rumah. Aku ingin hubunganku dengan kelima adikku ini tidak sekedar masalah organisasi, tapi kuharap bisa menjadi keluarga layaknya kakak dengan adik-adiknya. Semoga! Hem, kurasa pilihanku untuk berada disini tidak salah.

***
Sesampai dirumah, aku langsung ingin tidur. Rasanya kegiatan yang kulakukan beberapa hari ini begitu melelahkan. Tapi lagi-lagi Pakde. Beliau mengajakku mengunjungi saudaranya. Aku senang diajak jalan-jalan, tapi apa aku tak boleh istirahat?



Komentar

Postingan Populer