Silaturahmi
Senin, 10 Februari 2014
Tak ada ruginya bersilaturahmi. Sejak lama aku berencana mengunjungi teman-temanku baik dari TK, SD, SMP, dan SMA. Karena jadwal kuliahku yang padat, aku baru bisa merealisasikannya 3 hari ini. Aku khususkan 3 hari ini untuk teman-temanku. Ketika menulis ini, seperti biasa aku sedang jaga di Ruko Barkasmal. Karena hujan deras dan aku tak ada kerjaan, kugunakan saja fasilitas yang tersedia untuk menyimpan kobaran semangat yang baru saja kudapatkan :p.
Jadi, 2 hari lalu sepulang dari kampus aku bermaksud mampir ke rumah kawanku SMA, Setyaningsih. Kulihat rumahnya sepi, maka aku menuju rumah Vanilia, kawanku SD. Disana kami bercerita banyak, mulai dari kebiasaan kami sewaktu SD sampai urusan kuliah masing-masing. Ternyata Vanilia masih suka dan mengikuti cerita drama Korea. Tak barubah anak ini. Tapi, ah, ada yang berubah! Ia semakin ceria dan bersemangat. Dua tahun lalu aku masih melihat ia sebagai sosok yang pendiam dan pemalu. Ikut senang :)
Yah, seperti layaknya perempuan. Kalau sudah ngobrol ngalor-ngidul jadi lupa waktu. Hampir 2 jam aku disitu. Maka aku pamit pulang lalu mampir ke kios ibuku yang ada di pintu keluar taman wisata Candi Prambanan. Aku lega hari itu karena setidaknya bisa mengobati kerinduanku. Rencananya aku masih ingin ke rumah Herdin, temanku se-SMA, karena masih satu kompleks dengan Vanilia, di sebelah utara stasiun Prambanan, tapi kulihat rumahnya sepi. Kuurungkan niatku, mungkin aku bisa kesana lain waktu.
Target selanjutnya adalah Tantri, temanku se-SMP. Karena aku bosan dirumah sendirian, maka aku keluar dengan sepeda kesayanganku, sekalian mampir kerumah Tantri. Masih sama seperti dulu, rumahnya selalu ramai oleh para tetangga, kucing-kucingnya sudah berganti generasi :p.
Kami saling menumpahkan kerinduan masing-masing. Aku sangat kagum dengan temanku ini, sudah cantik, baik, ramah, dan sekarang semakin dewasa. Dia melanjutkan studi D3 di AA YKPN. Rutinitas kampus yang begitu padat tak melunturkan semangatnya untuk mengejar prestasi. Terbukti selama 3 semester ini ia selalu mendapat posisi cumlaude. Ah, aku jadi malu melihat diriku. Jika dibandingkan dengannya, aku terbilang lebih luang dikampus, tapi aku seringkali bermalas-malasan acuh dengan kuliahku.Bahkan, ketika keluar nilai C di Portal Akademikku, aku merasa biasa saja. Hem, aku sudah lama berada pada "zona nyaman", hingga lupa merancang masa depan. Kunjunganku ke rumah Tantri ini tak sia-sia, aku jadi semakin termotivasi untuk belajar lebih giat. Memang cara terbaik ketika kehilangan semangat adalah bersilaturahmi :). Aku pulang dari rumah Tantri dengan membawa perasaan senang. Entah, aku dapat perasaan itu darimana.
Sekarang Nuri, temanku di SMA. Aku memang tak berkunjung kerumahnya, tapi dia memintaku untuk menemaninya membayar SPP di Bank Sekip. Maka aku temani dia. Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB, selanjutnya bertemu di Kalasan, lalu berangkat bersama. Aku dibelakangnya. Bank masih tutup waktu itu, maka kami menunggu sampai Bank dibuka. Selesai dengan urusan SPP, aku diajaknya KRS-an di Fakultas Pertanian. Duh, jalan masuk fakultas ini begitu rumit.
Aku berkesempatan menjadi pendengar tentang apa saja yang ia lakukan di kampus. Omo, selama ini aku merasa bahwa jurusanku adalah yang paling rempong oleh kegiatan praktikumnya. Ternyata temanku ini lebih WOW! Semester 3 ia mengambil 6 praktikum yang dijadikan satu paket dengan kuliah, jadinya 3 SKS. Dengan bobot masing-masing 3 SKS begitu mendapat nilai B saja sudah anjlok lumayan banyak, jadi mereka harus mempertahankan nilai A untuk setiap mata kuliah. Yang semakin aku kagum adalah dengan begitu padatnya aktivitas kuliah, ia masih sempat belajar hangeul dan Bahasa Korea, autodidak pula. Keren gak sih? Ditambah lagi ia jago dalam membuat cerpen dan novel. Sudah banyak novel yang ia tulis, tapi aku hanya diijinkan membaca satu novelnya. Kalau saja ia mau menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk buku, aku akan menjadi penggemar pertamanya, haha :D
Memang, sekali lagi kusampaikan bahwa tidak ada ruginya bersilaturahmi. Dari teman-temanku ini aku semakin tahu bahwa aku tertinggal sangat jauh dari mereka. Aku harus keluar dari "ruang damai" dan memulai menggoreskan pena dalam lembaran hidupku.
Sumber gambar pendukung : http://mangkutak.files.wordpress.com/2011/12/silaturahmi.jpg

Komentar
Posting Komentar