Gas-Kelurahan-Dirmawa-Barkasmal

3 Februari 2014

Gas 3 Kg mulai langka!

Pagi itu, aku bersama ayahku menuju ke beberapa tempat sambil menenteng 2 tabung gas. Kami mengitari beberapa toko dari Tlogo sampai Bugisan. “Gas habis Pak”, begitu kata si penjual sebelum kami mengatakan keperluan kami. Hah, akhirnya kami menyerah! Tidak masak untuk satu hari saja, tak apalah. Maka kami sarapan dengan “Bubur Gudang”, beli di warung sebelah.

Lupakan dulu masalah gas! Hari ini aku berencana ke kantor kelurahan untuk meminta surat keterangan penghasilan sebagai salah satu syarat mendaftar beasiswa Tanoto Foundation 2014. Banyak sekali penduduk yang mengantri disana, lantas aku duduk diam termenung. Sampai tiba giliranku, Pak Lurah menanyakan keperluanku.
Pak Lurah        : “Njenengan keperluane napa Mbak?”
Aku                 : “Badhe nyuwun surat keterangan penghasilan Pak.”
Pak Lurah        : “La pundi surate?”
Aku                 : “Kula ndamel piyambak?”
Pak Lurah        : “La nggih to.”

Yasudah, aku buat saat itu juga dengan netbook kecilku. Setelah kurasa cukup, aku tak melihat ada fotokopian. Aku memberanikan diri “numpang nge-print” dari komputer Pak Lurah.

Aku                 : “Pak, kula nunut nge-print angsal?”
Pak Lurah        : “Nggih monggo.”

Pak Lurah mengoreksi. Format surat yang aku print ternyata salah. Hah, aku harus membuat lagi. Aku jadi tidak enak dengan Pak Lurah karena “ngrusuhi” tempat kerja beliau, aku pikir Pak Lurah itu galak karena aku jarang melihat beliau tersenyum, ternyata ramahnya bikin merinding.

Dua jam aku di kantor kelurahan, sepertinya Pak Lurah juga ingin aku pergi. Langsung saja aku menuju kampus untuk mengambil surat rekomendasi permohonan beasiswa di Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa). Sesampai di kampus aku bertemu Dek Rini, salah satu adikku di KMIK. Kulihat Dirmawa sangat ramai. Em, aku tak mau berdesakan disana. Lalu aku dan Dek Rini saling tukar film yang dipunya masing-masing, aku mendapat empat film Indonesia, salah satunya berjudul “JOKOWI”. Kami berbincang cukup lama di balairung depan Dirmawa sampai adzan dzuhur berkumandang. Lantas kami menuju Masjid Al-Ihsan.

Seusai sholat kami berpisah. Dek Rini pulang, dan aku makan di Warung Santai. Rencananya mau ke Akademik untuk mengumpulkan blanko peminatan, tapi tutup.

Selesai dengan urusan perut, aku bergegas ke Barkasmal Store. Disana ada Mas Fajar, shift sebelumku. Ini adalah pertama kali aku jaga di ruko ini. Begitu aku datang, langsung ada pembeli yang memborong jilbab yang tergantung disitu.
           ***
Sekilas tentang Barkasmal.
Monggo mampir ke http://www.barkasmal.com/ atau https://www.facebook.com/barkasmaljogja?fref=ts

*** 


Waktunya sholat ashar. Aku bingung. Disini sama sekali tidak ada kamar mandi. Cerita akan berlanjut pada postingan sesudahnya, aku mengantuk.

Komentar

Postingan Populer