Kabar baik

Rabu, 12 Februari 2014
Alhamdulillah, hari ini kabar baik.

Setelah sekian lama berjuang mati-matian, berpeluh keringat, mondar-mandir kesana-kemari, rela hujan-hujanan, membanting tulang demi sesuap nasi, ah lebay! Lewati lewati. . . .!!

Jadi, pagi ini aku dapat sms teror, eh salah. Maksudku dapat kabar dari Nita bahwa kami dinyatakan sebagai penerima Beasiswa BUMN Peduli. Mungkin buat ente ini lebay ya? Secara dapetnya 'cuma' Rp 400.000,00 per bulan. Tapi buat ane, sensasinya tuh luar biasa boook, kayak melayang-layang gitu. Iya, ini pertama kalinya aku dapat tunjangan hidup. Sejak semester 1 aku susah payah nyari beasiswa, kagak dapat karena ada syarat harus pernah ikut PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Klimpungan kan waktu itu? Lalu aku bertemu orang-orang yang dirundung nestapa. Punya masalah yang sama. Merekalah Mbak Yuli, Mbak Ratna, dan Jeremi. Akhirnya kita berinisiatif untuk membuat girlbands. Ente percaya? Sayangnya, Ane bo'ong.

Jadi kita bikin kelompok PKM. Nah pas itu, Mbak Yuli dekat sama Mbak Ika, maka kita rekrut Mbak Ika kedalam kelompok kita, buat pewarna dari angkatan yang berbeda, juga biar gak homogen, haha (ketawa licik).

Sekarang nih, kita berempat sudah dapat tunjuangan hidup dari sumber masing-masing. Mbak Yuli dapat beasiswa dan pelatihan selama 1 tahun, Mbak Ratna ini nih mujur dapat tunjangan sampai lulus. Nah, aku sama Jeremi berada pada jalan yang sama.

Bagi kami ini kabar bahagia. Begitu dapat kabar, Jeremi langsung jingkrak-jingkrak, guling-guling kayak cacing kepanasan (tapi bo'ong).

Hem, aku sudah diamanahi untuk mengelola uang rakyat dari tunjangan ini. Kuharap bisa istiqomah menjaganya, tanpa berpikiran untuk menyelewengkan. Aamiin.

Kebahagiaan yang kurasakan tak cukup sampai disitu. Hari ini aku jaga ruko lagi. Aku sempat merasa bersalah karena sepeda yang 2 hari lalu mau dibeli seorang pelanggan masih berdiri disitu. Mana aku tak meminta alamat dan nomor hpnya, tak kuminta bayar DP pula. 

Hingga setelah kututup ruko sebentar kutinggal sholat ashar, ibu yang kemarin ternyata menungguku. Rasanya aku senang :D. Rejeki emang gak kemana. Ibu itu jadi membeli sepedanya. Aku diminta mengantarkan beliau sampai rumahnya. Sesampainya, di rumah (Oh iya, Ibu Herlin), beliau memberikanku 2 pack besar biskuit dan 10 bungkus sekoteng. "Bisa untuk teman-teman Barkasmal", pikirku. Ibu Herlin mengantarkanku kembali ke ruko. Baik sekali ibu ini :).

Hingga sampai ketika aku menulis ini sudah ada pendapatan Rp 388.500,00 pada shift-ku, semoga nambah :). Rejekinya adik-adik yatim piatu binaan Barkasmal, senangnya :) :)

Aneh juga liat tulisanku ini, tata bahasanya acak-acakan. Hah, sudah lah. Sekarang waktunya pulang.

Sumber gambar pendukung: http://ladyenews.files.wordpress.com/2011/03/smiley-emoticon.png

Komentar

Postingan Populer