Hujan abu di Prambanan

Nada pesan ponselku berbunyi. Langit masih gelap waktu itu. Aku enggan untuk bangun di pagi buta. 

Tunggu! Pagi buta? Kubuka lagi ponselku. Satu pesan dari Anik, “Tempatmu hujan abu Tan?”. Hujan abu? Lantas aku keluar. Abu telah menutupi sebagian permukaan bumi yang ada di depanku ini. Ketebalannya mencapai 3 cm, beritanya Gunung Kelud erupsi malam tadi. Kulihat jam dinding. Sudah pukul 05.00 WIB.

Sampai pukul 07.00 WIB langit masih saja gelap. Matahari bukannya tak mau nampak, tapi abu-abu yang turun dengan deras ini menutupi sinar sang bohlam lampu terbesar ini. Kicau burung saja tak terdengar. Mungkin mereka sama denganku, tak mau keluar dari sarangnya.

Aku memutuskan untuk kembali menghampiri bantal dan gulingku. Selama tidur cantik, ternyata hujan turun. Jalanan penuh lumpur. Sementara aku masih menikmati tidur nyenyakku.
***
Pukul 10.01 WIB aku terbangun. Langit memerah seperti sedang marah. Apapun, aku tak bisa membaca keinginan sang langit.

Para tetangga sedang sibuk membersihkan abu di jalanan, begitu pula ibu, bapak, dan Mas Yono. Sementara mereka bekerja, ada ponsel tergeletak diatas meja di teras, lantas kugunakan untuk mendokumentasikan suasana ini. Tapi hasil kameranya kurang bagus L




 Beberapa tumbuhan tertutup abu


Tetangga membersihkan rumah


 Abu dijalanan

Hem, hari ini aku telah menyia-nyiakan waktu 5 jamku.
Cepat sembuh ya Gunung Kelud :)

Komentar

Postingan Populer