Jadilah penyejuk hati
Jadilah bintang yang bersinar di tengah pekatnya malam. Jadilah bintang yang selalu dinantikan oleh malam. Jadilah bintang yang tak pernah bosan menghiasi malam!!
Ketahuilah bahwa kalimat "Lingkungan adalah dominasi pembentuk sifat individu" tidak sepenuhnya benar. Kau mampu menjadi mutiara yang berkilau meski terlahir dalam lumpur yang sangat hitam, apa yang membuatmu menyerah dan patah asa? Kaulah mutiara itu. Dimanapun, dalam keadaan apapun, bagaimanapun kau lahir, kaulah mutiara itu!!
Hay perempuan cantik, apa yang membuat wajahmu murung? Tersenyumlah! Kau berhak bahagia :).
Jadilah engkau tegar seperti matahari! Ia tak pernah menyerah meski lelah, ia tak pernah berhenti bersinar meski dimaki. Bayangkanlah jika ia menyerah, bumi takkan bersinar lagi. Dan engkaulah matahari itu bagi orang-orang di sekelilingmu.
Lihatlah matahari! Tak sedikit orang yang mencacinya,
"Sial bener nih hari, kampret! Panas banget!"
"Tuh bohlam gede maunya apa sih? Panas gila!"
Apa yang kau dapati? Matahari tetap bersinar. Ia tak hiraukan suara-suara makian itu. Kenapa kau harus permasalahkan lontaran buruk yang datang padamu?
Tetaplah bersinar. Tetaplah tersenyum. Tetaplah memompa semangatmu! Ketahuilah bahwa ada lebih banyak hati yang menyimpan pujian bagi matahari, bagi engkau!! Mereka hanya iri padamu, buanglah suara-suara tak berguna itu
Apa yang kau keluhkan?
"Aku jelek"
Siapa yang berani berkata demikian? Dialah orang yang mencaci ciptaan Allah. Ketahuilah, engkau begitu cantik. Bahkan engkau sangat cantik dengan balutan akhlakul karimah, engkau begitu agung dengan rasa malu yang menyelimutimu, engkau begitu bersinar dibalik balutan hijab yang kau kenakan.
"Aku bodoh"
Siapa yang lebih bodoh? Engkau atau orang yang berkata demikian? Wahai, kau punya sisi lain yang tak dipunyai siapapun. Kau tercipta istimewa dan satu-satunya. Kau punya karakter yang orang lain tak punya. Mungkin mereka tak melihat kilaumu dalam sisi tertentu, tapi ketahuilah bahwa engkau adalah mutiara yang masih terpendam. Sekarang, seberapa kuat tekadmu untuk sampai di permukaan?
"Aku tak berguna"
Aku mulai bosan dengan keluh kesahmu. Karena dengan begitu berarti kau tak menghargai dirimu. Kau tak percaya dengan kemampuanmu sendiri. Kau meragukan "mutiara" yang dititipkan Allah dalam jiwamu. Sekarang, kau mau berkata apa lagi??
"Aku adalah ahli maksiat yang masa lalunya kelam. Aku suka berbohong, aku pernah mencuri, aku sering menebarkan fitnah, aku takut Allah mengunci mati hatiku, aku takut Allah marah padaku"
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).
"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)
Apakah Firman Allah diatas tidak cukup meyakinkanmu? Allah Maha Luas Ampunan-Nya, Allah Maha Menerima Taubat. Ketika tak ada lagi yang mau mendengarmu, luapkan perasaanmu pada Yang Maha Mendengar!!
Diyakinkan oleh sabda Rasulullah, kekasih yang selalu engkau rindukan:
"Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian." (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami' Shagir - 5235)
Ketika tak ada lagi yang percaya padamu, mintalah ampun dan raih cinta-Nya. Hah, aku pernah bersusah payah mencari kepercayaan dari teman-temanku, aku memberinya hadiah, aku berusaha tak mengecewakannya, aku berusaha menjadi yang terbaik bagi mereka. Tapi aku lupa bahwa aku seorang hamba, aku lupa mengabdikan diriku pada-Nya. Sekarang, mereka pergi. Apa kau ingin hal itu terjadi padamu??
Taruhlah kepercayaan penuh pada Rabb-mu!! Jangan gantungkan hidupmu pada makhluk-Nya!! Jemputlah hidayah-Nya!!
Jadilah bintang di tengah pekatnya malam!! Jadilah mutiara diantara lumpur hitam!! Jadilah penerang itu dengan gayamu sendiri, caramu sendiri, pandanganmu sendiri, hasil pikiranmu sendiri!! Tetaplah berkarya dengan seluruh idemu meski tak ada manusia yang mau medengarmu. Teruslah berjuang, walau ada atau tidak ada yang memujimu!!
Dan yang pasti, jangan jatuhkan air matamu hanya untuk kesedihan semu!!
Sumber gambar pendukung:
7.26 p.m @Prambanan
27 Mei 2014


Komentar
Posting Komentar