Cinta yang Indah


Sepasang kakek dan nenek berjalan di tepian trotoar, menghampiri pedagang es krim. Sang kakek memegang tangan nenek dengan erat namun sarat dengan kelembutan. Tatap matanya menemtramkan, sesekali mereka bercanda diikuti dengan ketawa ringan. Ah, begitu indah interaksi kakek-nenek ini. Aku ingin seperti itu kelak, berjalan bersama suamiku di tepian taman yang mengelilingi kolam ikan, ada air mancur ditengahnya, lalu duduk berdua membicarakan nama yang cocok untuk anak pertama kami, kebun-kebun yang indah, kucing-kucing gendut yang kami pelihara. Ingin.
            Sepasang kekasih itu sampai pada gerobak es krim di sisi timur Pakualaman Sleman. Hanya ada satu kursi yang tersisa. Dengan lembut sang kakek mempersilakan nenek untuk duduk, nenek membalasnya dengan senyuman bak seorang istri yang mencurahkan seluruh kesetiaan, kasih sayang, cinta, tanpa sedikitpun mengurangi penghormatan pada suami.
            Sang kakek nampak seperti sedang memesan es krim, ia raba saku celananya, diamatinya dengan cermat, lalu mengacungkan telunjuknya tanda memesan. Tak perlu waktu lama untuk menunggu, satu piring kecil es krim dibawakan untuk mereka. Saat itu juga ada pelanggan yang beranjak sehingga kakek tak perlu capek berdiri lagi.
            Satu piring berdua, manis sekali. Sang kakek sudah kehilangan gigi-giginya, namun tak berat untuk tertawa penuh rasa sayang pada nenek. Oh, aku begitu terkesan dengan pasangan itu. Wahai, siapakah fulan yang akan datang menghadap kedua orang tuaku, duduk bersanding sebagai pangeranku, menjadi imam dalam keluarga kecilku, dan ayah bagi anak-anakku. Kugantungkan itu pada Rabb yang Agung. Aku percaya ada waktu yang tepat telah dipersiapkan bagi hamba-hambaNya yang senantiasa merindu-Nya di pagi maupun petang.
            Sepasang itu masih terlihat sangat menikmati es krim hingga suapan terakhir. Sang kakek memberikan tangannya untuk dapat digandeng oleh nenek, mereka berjalan kembali dalam langkah yang begitu indah.
            Drama kehidupan ini benar-benar kusaksikan pada 13 Maret 2014, saat itu aku sedang makan siang bersama dengan lingkaran kecilku plus Andy. Drama pendek yang sangat singkat, namun terasa indah sepanjang adegan tiap detiknya. 

Komentar

Postingan Populer