Batu besar dan batu kecil


Di sela waktu senggang, sebuah percakapan yang tak disengaja

30 Mei 2014 – Masjid Al Ihsan

Kau adalah batu kecil dan batu besar.

Batu kecil adalah sebuah proses pencarian. Sesuatu yang kau sukai. Kau lakukan karena kau ingin. Kau temukan di setiap bagian aktivitas, entah itu di lembaga, organisasi, komunitas, kuliah, apapun ketika ada dorongan dari dalam diri untuk melakukan dengan kerelaan.

Kau adalah batu kecil yang berceceran.

Ada banyak batu kecil yang tersimpan dalam dirimu. Entah, kau rasa atau tidak. Entah kau lakukan atau tidak. Entah kau sukai atau tidak. Ada banyak kemampuan yang sebenarnya bisa kau lakukan, namun tersimpan rapat dalam sebuah ruangan kecil dalam jiwamu, yang seringkali harus melewati labirin-labirin rumit untuk naik ke permukaan, yang juga sering harus tersesat di tengah perjalanan, hingga ia kau tinggalkan.

Batu besar, sering tak nampak.

Seringkali kau terlalu sibuk mencari dan mengumpulkan batu-batu kecil hingga lupa bahwa ada batu besar. Ialah leburan dari batu kecil yang berceceran itu. Kau terlalu obsesif untuk memiliki batu kecil yang banyak, namun tak mampu menjaganya hingga seringkali ia menghilang dan dilupakan. Kenapa tak kau coba untuk meleburkan mereka menjadi sebuah batu besar?

Bagaimana aku mendapatkan batu besar?

Benih batu besar sudah ada dalam dirimu. Sesuatu yang benar-benar kau kuasai, kau sukai, kau mampu, dan kau rela melakukan tanpa dipaksa. Bukan sekedar kesenangan sementara, dialah yang membuat kau benar-benar menjadi dirimu karena hanya kau yang mampu melakukannya. Kau hanya butuh pelebur, yaitu apa yang dinamakan tekad.

Tekad yang kuat mendorongmu untuk melebur batu-batu kecil yang berceceran --meski tak semua-- menjadi sebuah batu besar yang kokoh. Tekad yang membawamu pada kekuatan. Tekad pula yang membuat batu itu tetap tegar meski terkena hujan, petir, badai, bahkan tsunami dalam jiwamu.

Sekarang, apakah kau masih mencari?

Aku pernah mengalami keadaan yang bimbang, bahkan sampai sekarang. Aku berusaha menemukan jati diri yang bahkan tak tahu harus kucari kemana. Aku pernah merasakan gejolak yang akupun tak tahu sebabnya.
Berhentilah memikirkan hal tak penting yang membuatmu sakit! Akhirilah pertengkaran dalam jiwamu! Kau berhak hidup tenang.

Hay, jati diri itu tak usah dicari. Ciptakanlah jati dirimu sendiri. Bentuklah dirimu sesuai yang kau mau, yang kau nyaman dengannya, yang kau mampu untuk melakukannya. Tak usah mencuri jati diri orang lain, kau mampu menciptakannya.

Sekarang, tak usah menyalahkan keadaan! Dia tak bersalah. Hiduplah dengan caramu, berjalanlah dengan langkahmu, kembangkanlah batu dalam dirimu menjadi sebuah batu besar yang kuat.

Karena kau adalah batu besar di tengah badai.

Komentar

Postingan Populer