12 Juni 2014

Sore ini kunjungan ke lembaga klaster tetangga.

Ditengah penat karena disibukkan dengan laporan, laporan, dan laporan rehat sejenak membersamai keluarga kecilku ini. Entah, aku tak begitu yakin dengan pilihanku. Sayangnya waktu tak bisa diputar, dan tubuhku tak bisa dibelah. Aku nyaman berada di tengah adik-adik yang selalu penuh semangat ini.

Kami berbondong-bondong dengan sekian banyak pasukan menuju TKP, aku di barisan paling akhir karena menunggu salah satu adikku. Kedatangan kami disambut oleh 3 akhwat yang (tampaknya) sudah menunggu sedari tadi. Kesan pertama, cukup bersahabat.

Waktu berlalu, monolog, dialog, basa-basi, dan bunyi-bunyian acara lain yang sangat mengganggu. Tuan rumah begitu pendiam, asyik dengan gadget dan "saudara"nya sendiri. Aku menghampiri ketiga perempuan ini, terpaksa berbasa-basi, sungguh ini bukan aku. Hanya satu yang merespon. Ah, mungkin mereka pemalu.

Waktu semakin menggerus. Nampaknya dunia maya telah menceburkan tuan rumah ini hingga lupa ada wajah-wajah nyata di hadap mata. Aku semakin berbasa-basi. Dan jawaban yang kuterima layaknya isian singkat dalam soal ujian.

Buruan pulang buruan pulang skip skip skip

Bersama dua adikku, menuju Warung Lumpia Boom. Sayang, tak lengkap. Oh, aku diinterogasi penuh. Dan aku disadarkan kembali bahwa aku punya adik yang harus kuayomi, harus kusayangi, harus kujaga, dan harus kuperhatikan, karena mereka telah menerangiku. Perbincangan yang walaupun tanpa rencana dan urutan, terasa lebih hidup dengan segala kepolosannya. Kuharap pertemuan ini tak mengubah sikapku pada mereka.

Segala puji bagimu Yaa Allah

Komentar