28 Juni 2014
Bismillahirrahmanirrahim
Masyaa Allaah, hari ini semoga menjadi awal yang berkah bagi Ramadhan tahun ini, aamiin.
Alhamdulillah, pagi ini diawali dengan perang melawan si setan malas. Rasanya, aku seperti paku kecil yang tak bisa lepas dari magnet bernama "kasur". Setelah melewati pergulatan yang cukup kuat, akhirnya aku beranjak sholat shubuh.
Dan tada!! Aku sudah bersiap untuk ke Masjid Kampus UGM. Beberapa hari hati ini serasa kosong, aku butuh pengisi untuk memastikan lampu kecil dalam hatiku tidak meredup dan pergi. Argh, aku tak tahu orang menyebutnya apa. Yang pasti aku membutuhkan suatu pengikat, entah apa itu.
Suasana Maskam sangat ramai pagi ini. Sekedar untuk memarkir motor saja harus berdesak-desakan. RDK tahun ini sepertinya sukses :)
Menaiki anak tangga ada beberapa anak berkerudung dan berkoko disana, manis sekali, mereka memberiku jadwal imsakiyah dan donasi Palestine. Disambung dengan mengisi daftar hadir. Panitia memberikan sejumlah souvenir dan salah satunya adalah "kenclengan lipat". Dan barang ini sangat berguna untuk mengusir kejenuhan menunggu acara dimulai.
Acara dibuka dengan salam dan tilawatil qur'an, dilanjutkan materi pertama oleh Ustadz Tulus yang menyampaikan tentang hubungan manusia dengan Allah.
Ah, aku jadi teringat. Setiap waktu pikiranku selalu digelayuti oleh prasangka-prasangka buruk dan hatiku selalu disesaki oleh perasaan tidak nyaman. Hubunganku dengan sesama jadi berantakan, kerjaanku tidak pernah beres, dan kualitas kerjaku selalu menurun. Mungkin ada korelasinya dengan niatku selama ini.
Seorang teman pernah berkata bahwa kita harus memperbaharui niat setiap harinya karena hati manusia itu berbolak-balik, kadang ingat kadang lupa, kadang dekat kadang jauh. Itu juga yang aku rasakan. Aku masih sering melakukan kebaikan dengan ukuran manusia. Bahkan, kita masih sering haus akan pujian manusia, penilaian manusia, dan marah dengan kritikan manusia. Padahal itu tidak berarti apa-apa jika dibanding dengan penilaian Allah.
Idealnya, seluruh waktu manusia itu digunakan hanya untuk beribadah kepada Allah, menciptakan hubungan yang harmonis dengan Allah, namun seringkali kita menganggap bahwa ibadah itu hanya sekedar ritual. Mempertengkarkan banyaknya rakaat pada shalat tarawih tapi tak berusaha memperbaiki kualitasnya, sholat tak pernah khusyu', tak rela shodaqoh tanpa diketahui manusia. Pantas saja jika hati tak pernah tenteram.
Beliau juga menyampaikan betapa manusia itu lebih banyak menggunakan waktunya untuk tidur ketimbang berusaha produktif. Kita tidur rata-rata 8 jam sehari. Itu pun secara formal, belum kalau kuliah sambil tidur, pengajian sambil tidur, dan apa-apa sambil tidur. Tapi kita merasa berat untuk meluangkan waktu 10 menit saja sebagai waktu khusus hanya bersama Allah. Aduh, aku menyadari betapa banyak maksiat yang telah kulakukan.
Adanya bulan Ramadhan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, untuk memperpanjang umur karena setiap amalan yang dikerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh akan dilipatgandakan berkali-kali lipat di bulan yang didalamnya ada waktu yang lebih baik daripada seribu bulan. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi ahli takwa.
Kalau mau menilik keadaan kita sekarang, segala yang hak dan yang bathil terasa sama, tipis sekali perbedaanya. Tempat prostitusi (Dolly) yang kini ditutup, justru masyarakat menggelar pengajian menuntut Dolly dibuka kembali, istilah ngabuburit yang digunakan untuk menyibukkan diri dengan mendekatkan diri pada Allah justru dilakukan dengan berdua-duaan dengan yang bukan muhrim. Yaa Allah, tampakkanlah pada kami yang benar adalah benar dan berikan kami kemampuan untuk menjalankannya, tampakkan pula yang salah adalah salah dan berikanlah kemampuan bagi kami untuk menjauhinya.
Tulisan ini tidak cukup mewakili apa yang disampaikan. Jika baik, maka ambillah. Jika ada selip kata yang tak berkenan, maka itu kekhilafan saya. Semoga kita menjadi pribadi yang selalu melakukan kebaikan.
28 Juni 2014
Sumber gambar pendukung:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEFQgjRCjM9FZDPiMFstniru3cADDhBbV0sJIv7jBv2FBslUyDKs5oacHKWpKzEVGyap2hQDY8hNde7F1Dwnuy73pPmQ7XNXAsOLMDdCvc8Bnb1eoFDQ3AM9dvFiIZ6Q9XCo8xpfleic8/s1600/lilin3.jpg


Komentar
Posting Komentar