SMS

Malam ini, tiba-tiba teringat dengan sebuah kejadian tentang pesan singkat (SMS).

Waktu itu, aku masih semester tiga. Aku mengambil sebuah mata kuliah yang saat itu seharusnya belum boleh kuambil, maka aku harus belajar bersama kakak-kakak tingkat dan sedikit teman seangkatan. 

Sampai suatu malam sebelum ujian tengah semester mata kuliah tersebut, seorang teman mengirimkan SMS berupa contoh soal tahun 2006 (saat itu tahun 2013). Dengan maksud baik, ku-forward SMS itu pada beberapa peserta kuliah yang kukenal. Dari seluruh teman yang ku-SMS, ada seorang ikhwan yang membalas (aku tak tahu makna “ikhwan”, orang-orang menyebutnya begitu, yang jelas dia aktivis dakwah),

“Afwan Ukhti, nilai memang penting, tapi jangan sampai didapatkan dengan cara yang curang. Saya tidak mem-forward sms anti, afwan”

Deg! Iki bocah ngopo sih? Sampai hari ketika ujian, aku masih memikirkan perkataan itu. “Curang”? Sesholih-sholihnya orang, baru kali ini aku menemukan yang seperti ini.

Akhii, itu soal tahun lalu (banget), toh didapat dari kakak tingkat yang diperbolehkan membawa pulang soalnya, curang darimana coba? Terus, selama ini antum belajar Ujian Nasional, SNMPTN darimana? Dengan cara apa?, aku hanya membatin.


Dari situ aku penasaran. Apa benar bahwa semua aktivis dakwah se”lurus” itu? Hingga akhirnya membawaku pada gerbang ilmu yang mungkin tak menjawab rasa penasaranku, namun aku mendapatkan yang lebih baik, insyaa Allaah. Well, SMSnya malam itu menjadi salah satu dari jalanku untuk mengenal “ilmu”, terimakasih J

Komentar

Postingan Populer