Tidak ada kata 'pengucilan' dalam pergaulan
Sosialisasi merupakan kebutuhan alamiah bagi setiap insan, sebagai manusia sosial sosialisasi merupakan media untuk menumbuhkembangkan potensi dan kreatifitas tiap individu.
Dalam tiap kesempatan seringkali kita menjumpai 'pengucilan' antar individu, khususnya bagi remaja. Menurut pengalaman hidup saya yang sekarang menempuh pendidikan di salah satu SMA di Kalasan, bentuk pengucilan itu kerap kali terjadi antara teman sebaya. Orang yang dikucilkan dengan jumlah minoritas tentu saja tidak bisa leluasa mengeksplorasi kemampuan yang dia miliki karena pengucilan itu cenderung menurunkan rasa percaya diri dan kurangnya motivasi hidup.
Pada dasarnya semua manusia itu sama, hanya penilaian orang terhadapnya menimbulkan pengaruh yang cukup besar. Setiap manusia pasti akan berusaha memperbaiki diri, namun untuk mendapatkan kepercayaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Orang yang cenderumg dikucilkan tersebut pasti akan merasakan gangguan psikis pada perasaan yang jika dirasakan seperti segompol daging dalam air mendidih. Yang dia butuhkan adalah motivasinya tidak 'mendlep', karena orang yang menghargai orang lain pasti juga akan dihargai. So, jika disekitar kamu menemukan pengucilan jangan kamu ikut menghindar, dekatilah dia, niscaya kamu akan menemukan apa yang orang tak melihat.
Jika dipandang sebelah mata, semua orang mempunyai porsi masing masing dengan perbedaan yang cukup signifikan. Dari perbedaan itulah timbul kelompok menonjol dan kurang menonjol. Orang orang dalam kelompok kurang menonjol pasti merasa bahwa pendapatnya tidak pernah diterima dalam sebuah forum. Justru itulah yang membuat rasa percaya diri tertambat. Jika kita masih mempunyai pikiran seperti itu dan terus membungkam, orang lain tidak akan tahu apa yang kita rasa guys,, ngomong itu sangat perlu kok. . .
Di kelas yang saya tempati saat ini sedang musim 'autis'. Yah,, mungkin dengan beberapa celaan seperti itu jika kita merespon dengan tanpa serius adalah menjadi sarana untuk lebih akrab. Di masa masa SMA rasa sakit hati, dendam kesumat, kecewa, dkk itu sangat biasa. Rasa pahit memang seringkali kita rasakan. Namun, apa pernah terbesit di pikiran kita jika kita tua nanti saling bertukar pengalaman itu akan menjadi sangat manis. Yang dulunya 'bobrok sayang' dan saling autis adalah kenangan manis namun juga pahit, tetapi akan menjadikan kita benar benar autis jika kita tiba tiba ingat dan tertawa sendirian.
Berikut ini beberapa tips untuk bergaul :
- Jangan suka meminjam barang teman anda kecuali terpaksa, apalagi barang – barang yang mahal.
- Jangan ngutang ma temen kecuali terpaksa, jangan jadikan teman anda sebagai Bank tempat anda meminjam, apalagi ngutang anda jadi kebiasaan.
- Jangan terlalu banyak meminta ma temen klo bisa sering – seringlah ngasih ke temen.
- Hormati teman selagi dia menghormati anda, dan tinggalkan teman kalau sudah tidak menghormati eksistensi anda. palagi teman yang menjerumuskan anda ke jurang kemaksiatan dan kemelaratan tentunya.
- Tidak usah terlalu pilih – pilih teman, karena suatu saat temen yang awalnya anda pandang tidak bermanfaat suatu saat dia bisa jadi teman yang siap membantu kesulitan anda
- Bercanda itu penting tapi jangan pernah bercanda yang mengandung kata – kata hinaan apa lagi kata itu anda ucapkan berulang kali, karena jika anda lakukan maka teman yang anda hina pasti akan berkurang rasa hormatnya kepada anda , karena dia sudah menganggap anda simulut besar dan suka menghina. sebaiknya anda bisa membatasi canda anda!
- Jika ada temen bertamu kerumah anda, maka terimalah dia dengan senyumman, karena hal itu akan di ingat sampai dia bertamu kembali.
- Buat nyamanlah teman anda, jangan sampai dia merasa tidak nyaman ketika anda berada di sampingnya.
- Jangan pernah berfikir jika anda sudah tidak membutuhkan bantuan seorang teman. karena datangnya masalah bisa diluar dugaan anda
Mungkin apa yang saya tulis ini kurang dapat dimengerti dan kurang agak nyambung, tapi semoga bermanfaat !!

Komentar
Posting Komentar