Evaluasi PKM
16 april 2014
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Pagi ini masih diberi kesempatan
merasakan nikmatnya udara pagi, masih diberikan kesehatan, kesempatan, dan
waktu. Terbangun di kontrakan “Sakinnah”, tempat beberapa rimbawati tangguh
berbagi cerita dan melepas lelah. Tergambar sekali kebersamaan dalam keluarga
ini. Zuqoh, Ulya, Inez, Rini, Monica, Yayuk, dan Firda. Rapi sekali menjaga
kebersamaan ini. Indah sekali.
Begitu memasuki
ruangan ini, terlihat sekali bahwa penghuninya begitu rajin dan bersih. Yang
aku kagum adalah, mereka dapat menyatukan beragam karakter dan membangun sebuah
keluarga senasib sepenanggungan. . . .
Haduh, terlalu menikmati
suasana, jadi lupa mau cerita apa -.-
Baiklah.
Tujuanku menginap disini adalah membicarakan keberlanjutan PKM yang selama ini
terkendala banyak masalah tak terduga. Dan atas ijin Allah, kami berempat bias
hadir lengkap kap. Selain itu diniatkan silaturahmi. Kan biar umurnya panjang
dan rejekinya lancar. Hehe :P
Ada banyak
evaluasi dari pertemuan kita malam ini, aku tak bisa menuliskan semua aspirasi
rakyat karena ingatanku terbatas. Intinya nilai penting yang bisa kami dapati
dari segala kekurangan ini adalah:
1.
Tempatkanlah setiap urusan sesuai dengan
porsinya masing-masing
2.
Jangan pernah mengejar kesempurnaan sebelum
mencoba, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Hasil itu didapatkan sesuai
dengan usaha yang dilakukan. Dan hasil itu akan menjadi baik dengan sendirinya
seiring dengan berjalannya usaha.
3.
Tentukan target! Konsekuensi dengan target yang
telah direncanakan.
4.
Tegas pada diri sendiri bahwa itu adalah
tanggungjawabku, sekecil apapun.
5.
Kita dimudahkan dalam hal komunikasi pada masa
ini, hal apa yang membuat komunikasi kita tak terjaga?
Sebenarnya masih
ada banyak hal yang bisa kami pelajari dari segala kebingungan ini, contohnya
karena deadline Mas Fajri jadi tahu bagaimana mendesain dan cara memproduksi
tas. Ini semua tak lain adalah proses belajar. “Learning by doing”, selalu ada
hikmah dibalik setiap peristiwa, dan jangan sampai tidak melibatkan Allah dalam
segala urusan. Allah Maha Memudahkan.

Komentar
Posting Komentar