Puisiku di kesenggangan
Hitam dan kelam
Gambaran yang mungkin dapat kuutarakan
Hidup suram jauh dari terang
Hanya materi menenggelamkan batin
Otak berjalan dengan kebimbangan
Bagaimana meraih cahaya paling terang ?
Menangis, meronta pun tak guna
Antara dosa dan bahaya
Tapak kaki seolah berpijak di atas neraka
Dilain kesenggangan
Mata - mata remeh seolah tertuju pada satu titik
Mutiara yang tenggelam di dasar laut
Berusaha tegar untuk sebuah proses
Proses untuk perubahan besar
Tak adakah kesempatan ?
Kurasa kesempatan itu masih lebar
Kelam ini harus kembali bersinar
Meski mungkin tak pernah cemerlang
Tapi satu pemikiran masih sama
Satu kebingungan mengawali sebuah perubahan

Komentar
Posting Komentar